. Catatan Si Virgo Girl: Tokoh Ilmu Pengetahuan

 Subscribe in a reader

Berlangganan gratis Via Email Di bawah ini

Thursday, December 29, 2011

Euclid (sekitar 300 SM)

Tidak banyak orang yang beruntung memperoleh kemasyuran yang abadi seperti Euclid, ahli ilmu ukur Yunani yang besar. Dia pernah aktif menjadi guru di Iskandariah mesir di sekitar 300 SM.

Bukunya yang paling terkenal yaitu The Element, arti penting dalam buku ini yakni sumbangan pada cara pengaturan dari bahan-bahan dan permasalahan serta formalisasinya secara menyeluruh dalam perencanaan penyususnan buku, dalam pemilihan dalil-dalil serta perhitungan-perhitungannya. Misalnya tentang kemungkinan menarik garis lurus di antara dua titik. Sedudah itu dengan cermat dan hati-hati dia mengatur dalil sehingga mudah dipahami. Dia juga menyediakan petunjuk cara pemecahan hal-hal yang belum perpecakan dan mengembangkan percobaan-percobaan terhadap permasalahan yang terlewatkan. Selain pengembangan dari bidang geometri The Element mengandung bagian-bagain soal aljabar serta teori penjumlahannya. Buku ini dijadikan sebagai alat pelatih logika pikiran manusia dan merupakan contoh komplit struktur deduktif.

Contoh-contoh isi buku Euclid








Wednesday, December 21, 2011

Aristoteles (384 – 322 SM)


Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosofis dan ilmuawan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ikhwal logika, memperkaya hamper tiap cabanh filsafah dan memberi sumbangan tak terperkirakan besarnya terhadap ilmu pengetahuan.

Banyak ide-ide Aristoteles ini ketinggalan zaman, tapi, yang tak kalah penting dari apa yang pernah dia lakukan adalahpendekatan rasional yang senatiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisan-tulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk objek pemilkiran dan analisis. Pendapat Aristoteles bahwa alam semesta tidaklah dip roses secara kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hokum-hukum rasional. Menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mepertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alas an-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sika-sikap ini yang bertolak belakang dengan tradisi takhayul dan mistik telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa.

Aristoteles di lahirkan di kota Stagira, Macedonia 384 SM, ayahnya seorang fisika kenamaan. Pada umur 17 tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato, dia menetap di sana selama 20 tahun. Dari ayahnya Aristoteles di dorong minatnya di bidang biologi dan pengetahuan praktis , tapi di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.

Aristoteles mengajarkan Alexander
Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia menjadi guru Alexander Yang Agung (13 tahun) dia mendidik Alexander dalam beberapa tahun. Tahun 335 SM, setelah Alexander naik tahta, Aristoteles kembali ke Athena dan dia mendirikan sekolah, Lyceum. 

Ketika Alexander menjadi raja dia menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Tapi walaupun begitu Alexander dengan Aristoteles tetap mempunyai konflik. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander, saat Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan penghianat, diapun punya pikiran udntuk menghukum Aristoteles, tapi disatu pihak Aristoteles kelewat demokratis dan punya hubungan erat dengannya dan dipercaya oleh orang-orang Athena.

Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macemodia memegang tumpuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun di dakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles meninggal tahun 322 SM dan di buang beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur 62 tahun.

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya sangat mencengangkan 47 buah karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno menacatat tidak kurang dari 170 buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkau peradaban yang menjadi bahan renungannya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk zamannya. Dia menulis tentang astronomi, zoology, embryologi, geografi, fisika, anatomi, physiologi dan hamper tiap karyanya merupakan sebagian kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisiten yang spesialis di gaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri.

Sunday, November 13, 2011

Benjamin Franklin (1706-1790)


Benjamin Franklin
 Franklin amat sukses dalam kariernya yang terpisah-pisah yaitu seperti bisnis, ilmu pengetahuan, satra dan politik. Karier bisanisnya bagaikan dongeng kuno dari seorang pedagang rombeng menjadi seorang kaya raya. Keluarganya di Boston bukanlah orang berada. Selaku anak muda di Philadelphia dia betul-betul kanker (kantong kering), tapi menjelang umur empat puluh tahunan Franklin sudah tersulap jadi jutawan melalui percetakan yang  dia miliki, dia juga mempunyai perusahaan surat kabar dan berbagai usaha lainnya. Sementara itu, dalam masa senggangnya, dia belajar ilmu dan  belajar sendiri empat bahasa asing.

Sebagai ilmuwan dia terkenal dengan penyelidikannya yaitu dasar tentang listrik dan cahaya, selain itu juga dia menciptakan berbagai benda yang sangat berguna seperti “tungku Franklin” lensa dengan focus ganda dan pistol cahaya. Dua penemuan ini masih digunakan sampai sekarang.

Autobiografi Bejamin Franklin

Percobaan pertamanya dalam tulis-menulis adalah sebagai wartawan. Dia menerbitkan Poor Richard’s Almanac, yang berisi bakat luar biasanya memutar balik potongan kalimat-kalimat yang meninggalkan banyak ungkapan-ungkapan yang tak terlupakan. Di akhir hayatnya dia menyusun autobiografi, karya termasyur yang pernah di tulis dan hingga kini masih digemari masyrakat.






Di bidang politik, dia sukses sebagai administrator (dia menjabat kepala urusan pos untuk daerah-daerah koloni dan dibawah pimpinannya urusan pos menunjukkan kemajuan) dan selaku legislator(diaterpilih berulang kali di Dewan Perwakilan Rakyat Pennsylvania), sebagai diplomat (dia amat popular dan sukses selaku Duta besar untuk Prancis dalam masa yang sulit dalam sejarah Amerika), serta dia merupakan seorang penandatanganan Dekralasi Kemerdekaan Amerika Serikat dan kemudia menjadi anggota Konvensi Konstitusi.

Dia juga merupakan pembangkit semangat dan organisator masyarakat, seperti dia pendiri rumah sakit pertama di Philadelphia, dia membantu mengorganisir perusahaan pemadam kebakaran dan mendorong hingga terbentuknya kantor polisi urusan kota. Dia juga mengorganisir perpustakaan keliling (yang pertama) dan kelompok masyarakat ilmuwan (yang pertama).

Selama hidupnya (84 tahun), dia mengalami kehidupan yang panjang, menarik, bermanfaat, beragama, sehat dan umumnya bahagia di dunia ini.

Thursday, November 10, 2011

MARIE CURIE (1867-1934)

Marie Curie

Marie Curie and Pierre Curie



Nama asli Merie Curie adalah Maria Sklodowska, dia merupakan salah satu wanita yang melakukan penyelidikan ilmiah yang berkualitas tinggi masa itu. Dia bersama suaminya Pierre Curie telah menemukan radio aktif yang dijulukinya “Polonium” yang diambil dari nama negeri aslnya yaitu Polandia. Walapun karyanya mengagumkan namun tidaklah mempunyai arti penting yang menonjol dalamteory ilmiah. Tapi sesungguhnya radio aktif telah ditemukan Antoine Henri Becquerel. Hasil karya Merie yang mengesankan adalah penemuan dan pemisahan elemen kimia radium.


Marie Curie, Pierre Curie dan Antoine Henri Becquerel


Tahun 1903, Marie Curie, Pierre Curie dan Antoine Henri Becquerel secara bersama-sama memperoleh hadiah Nobel untuk bidang fisika. Tahun 1911 mendapatkan Nobel kali ini dalam bidang kimia, ini membuatnya orang yang pertama kali ang memperoleh Hadiah Nobel dua kali.



Merie and kedua putrinya (Irene &Eve)
Menariknya Marie mempunyai dua Orang Puteri ketika dia menyelesaikan penyelidikan ilmiah paling pentingnya. Puteri tertuanya Irene, juga menjadi iluah yang berhasil gemilang. Irene menikah dengan pria yang juga ilmuan berbakat yaitu Jean Frederic Joliot. Irene dan Jean bersama-sama menemukan radio aktif buatan (artificial). Untuk penemuan ini (yang bias dianggap “keturunan” dari penemuan radio aktif alamiah) menyebabkan Joliot dan Curie membagi hadiah nobel tahun 1935.

Puteri kedua Marie yaitu Eve, dia menjadi musikus dan pengarang terkenal, betul-betul seluarga luar biasa. Marie meninggal tahun 1934, dikarenakan leukemia. Besar kemungkinan akibat berulang-kalinya berhadapan dengan benda-benda yang mengandung radio aktif.

Tuesday, November 1, 2011

Charles Babbage (1792-1871 M)


Penemu Inggris Charls Babbage menyelesaikan prinsip-prinsip pemakaian umum komputer digital seabad penuh sebelum perkembangan besar-besaran mesin hitung elektronik terjadi. Mesin yang dirancangnya, yang diberi nama "mesin analitis" pada pokoknya mampu melaksanakan apa saja yang bisa dilakukan kalkulator moderen (meski tidak sama cepatnya, karena "mesin analis" bukanlah rancangan untuk bertenaga listrik). Sayangnya berhubung teknologi abd ke -19 belmlah cukup maju, Babbage tidak sanggup merampungkan konstruksi "mesin analis" itu, selain memang tidak bisa untuk tidak memerlukan waktu dan biaya besar. setelah meninggalnya Babbage gagasannya yang begitu cemerlang nyaris dilupakkan orang.

Tahun 1937, tulisan-tulisan Babbge menjadi perhatian Howard H. Aiken, sarjana tamatan Harvard. Aiken yang juga sedang mencoba menyelesaikan rancangan mesin komputer, tergerak banyak oleh gagasan Babbge. Bekerja sama dengan IBM, Aiken sanggup membuat Mark I, komputer pertama untuk segala keperluan. Tahun 1946, sebelum sesudah Mark I dioperasikan, kelompok insinyur dan penemu lain menyelesaikan ENIAC, mesin hitung elektronik pertama. Smenjak saat itu, kemajuan teknologi komputerberkembang dengan derasnya.

Karena mesin hitung punya pengaruh begitu besar di dunia, malahan menjadi penting sekali masa ini.

Wednesday, October 26, 2011

Archimedes (287-212 SM)


Archimedes pintar di bidangnya, dia dianggap penemu prinsip pengukit dan konsep gaya berat tetentu.

Nyatanya pengukit itu sudah di kenal dan dipergunakan orang berabad sebelum ada Archimedes. Tapi, tanpaknya dia orang pertama yang jelas menerangkan formula hal’ihwal pengungkit meskipun ahli-ahli mesin sudah berulang kali dan mampu menggunakan pengungkit jauh sebelum Archimedes.

Konsep tentang kepadatan (berat per volume unit) dari suatu benda sebagai lawan berat keseluruhan suatu objek tanpaknya sudah diketahui sebelum Archimedes dan mahkota (cerita tentang dia melompat dari tempat mandinya dan berlari-lari sepanjang jalan sambil berteriak “Eureka”), apa yang diemukan Archimedes bukanlah barang baru melainkan sekedar pemakaian terang-terang dari konsep yang sudah di kenal terhadap sesuatu masalah spesifik.

Archimedes hamper sampai pada memformulasikan “kalkulus intergral” lebih dari delapan abad sebelum Isaac Newton berhasil melaksanakannya, malangnya system yang mudah untuk melukiskan lambing-lambang jumlah masih kurang di masa Archimedes. Bagitu pula malangnya, tak ada pelanjut-pelanjutnya yang cukup bermutu selaku metamatikus. Akibatnya, kebrilianan pandangan matematika Archimedes menjadi semakin berkurang daya cekamnya seperti sebelumnya. Karena itu tampak jelas sekali, betapa pun mengagumkan bakan Archimedes, pengaruh riilnya tidak cukup besar untuk bias diyakini.

Thursday, July 14, 2011

Herbert Spencer



BAB 1

PENGANTAR

Sekilas Tentang Kehidupan Herbert Spencer

            Spencer dilahirkan di kota kecil Derby Inggris tanggal 27 April 1820. dia anak tunggal seorang guru sekolah. Karena kesehatannya kurang mengizinkan, dia didik dirumah. Latar belakang inilah yang membuat smua karyanya bercorak independent. Dia tidak belajar seni Humaniora, tetapi di bidang teknik dan bidang utilitarian.[1]

Tahun 1837, pada usia 17 tahun ia mulai bekerja sebagai seorang insinyur sipil wakil kepala bagian mesin perusahaan kereta api London dan Birmingham hingga tahun 1846.[2] Selama periode ini Spencer melanjutkan studi atas biaya sendiri. Selanjutnya dia tertarik pada bidang politi dan social. Dia mulai menerbitkan karya ilmiah dan politik.[3] Artikel pertamanya di budang ilmu pengetahuan social dimuat dalam majalah Non Conformist pada tahun 1842 dan juga dimuat pada majalah Economist tahun 1848. tahun 1848 spenser di tunjuk sebagai redaktur the economis dan semenjak itu pulalah dia mulai memutuskan untuk tidak lagi menjadi insinyur sipil tapi memperdalam pengetahuannya dibidang ilmu pengetahuan social khususnya sosioligi.[4]
 
Tahun1850 ia menyelesaikan karya besar pertamanya “Social Statis”. Selama menulis karya ini Spencer untuk pertama kalinya mengalami insomnia (tidak bisa tidur) dan dalam beberapa tahun berikutnya masalah mental dan fisiknya ini terus mengikat. Ia menderita gangguan syaraf sepanjang sisa hidupnya. Tahun 1853 Spencer menerima harta warisan yang memungkinkan berhenti bekerja dan menjalani hidupnya sebagai seorang sarjana bebas. Ia tak pernah memperoleh gelar kesarjanaan Universitas atau memangku jabatan akademis. Karena ia mekin menutup diri, dan penyakit fisik dan mental semakin parah, produktifitasnya sebagai seorang sarjana makin menurun. Spencer mencapai puncak kemasyuran tak hanya di inggris namun juga di dunia internesional.[5] Dia meninggal tahun 8 Desember1930.


BAB II

PEMBAHASAN

1.      Pandangan Filasafat Sejarah Herbert Spencer

Spencer merupakan tokoh pendiri sosilogi sesudah Comte. Dia memperkenalkan konsep-konsep evolusi sosial sebagai dasar ilmu sosiologi.  Sebagaimana dalam karyanya “Synthetic Philoshopy” di dalamnya terdapat teori evolusi universal yang meliputi evolusi biologi, sosiologi dan etika. Tulisannya menganut filsafat sintesis yang menggabungkan beberapa ilmu menjadi satu. Karyanya tidak berkembang di negaranya tapi sangat popular di Amerika karena pada abad ke-19 ini ilmu pengetahuan berkembang di Amerika. Tapi Spencer tetap di anggap sebagai bapak sosiologi Inggris.[6] Dan dia yang menulis dasar-dasar sosiologi.

Spencer berpedapat bahwa semua fenomena sosial itu merupakan interaksi dari keseluruhan yang terjadi serta adanya kesatuan dan independesi ilmu. Spencer menempatkan psikologi sesudah biologi dan sebelum sosiologi. Dia juga mengatakan ilmu pengetahuan harus bersandar pada akal sedangkan hal-hal yang bersifat metafisis harus dikeluarkan dari ilmu pengetahuan serta hokum alam dan uniformitaslah yang mengatur jagad raya.   

Sebagai Filasafat harus bertugas menyatukan secara sempurna gejala-gejala yang terjadi, untuk itu diperlukan adanya suatu asas pusat yang dinamis. Asas dinamis kenyataan itu adalah “hokum perkembangan” (evolusi). Hukum-hukum ini oleh Spencer dirumuskan sebagai berikut: “Perkembangan adalah suatu pengintegrasian dari benda, di mana selama pengintegrasian itu benda berpindah dari suatu kebersamaan (homogenitas) yang tak tertentu, yang tanpa gabungan, ke dalam suatu keanekaragaman (heterogenitas) tertentu, yang menampakkan hubungan dan di mana gerak yang menyertainya juga mengalami perubahan yang sama”.[7] Ia mengembangkan sistem filsafat dengan aspek-aspek utiliter dan evolusioner. Spencer membangun utiliterisme jeremy Bentham. Spencerlah yang menggunakan istilah Survival of the fittest pertama kali dalam karyanya Social Static (1850).[8] Spencer mempopulerkan konsep ‘yang kuatlah yang akan menang’ (Survival of the fittest) terhadap masyarakat. Pandangan Spencer ini kemudian dikenal sebagai ‘Darwinisme sosial’ dan banyak dianut oleh golongan kaya.

Karya A System of Synthetic Philosophy “Suatu Sistem Filsafat Sintetis” (1862-1896). Di dalamnya ia memberikan suatu pembimbing ke dalam positivisme, seperti yang dilakukan oleh Comte. Menurut dia, keterangan tentang dunia, baik yang bersifat religius maupun yang bersifat metafisis, kedua-duanya menimbulkan hal-hal yang secara batiniah saling bertentangan. Keduanya ingin memberi penjelasan tentang asal mula segala sesuatu.

a.      Pandangan Herbert Spencer tentang Sosiologi

Spencer mengatakan hokum evolusi merupakan merupakan proposisi dasar yang melibatkan selutuh benda didunia, baik berupa benda inorganic, benda sosial atau sosial yang disebut super organic. Oleh sebab itu Spencer merupakan peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk “evolusi”.[9]

Spencer memperkenalkan pendekatan baru sosiologi yaitu merekonsiliasi antara ilmu pengetahuan dengan agama dalam bukunya First Prinsciple. Dalam bukunya ini Spencer membedakan fenomena tersebut dalam 2 fenomena yaitu fenomena yang dapat diketahui dan fenomena yang tidak dapat diketahui. Di sini Spencer kemudian mencoba menjembatani antara ilham dengan ilmu pengetahuan.

Selanjutnya Spencer memulai dengan 3 garis besar teorinya yang disebut dengan tiga kebenaran universal, yaitu adanya materi yang tidak dapat dirusak, adanya kesinambungan gerak, dan adanya tenaga dan kekuatan yang terus menerus. Di samping tiga kebenaran universal tersebut di atas, menurut Spencer ada 4 dalil yang berasal dari kebenaran universal, yaitu kesatuan hukum dan kesinambungan, transformasi, bergerak sepanjang garis, dan ada sesuatu irama dari gerakan. Spencer lebih lanjut mengatakan bahwa harus ada hukum yang dapat menguasai kombinasi antara faktor-faktor yang berbeda di dalam proses evolusioner. Sedang sistem evolusi umum yang pokok menurut Spencer seperti yang dikutip Siahaan, ada 4 yaitu ketidakstabilan yang homogen, berkembangnya faktor yang berbeda-beda dalam ratio geometris, kecenderungan terhadap adanya bagian-bagian yang berbeda-beda dan terpilah-pilah melalui bentuk-bentuk pengelompokan atau segregasi, dan adanya batas final dari semua proses evolusi di dalam suatu keseimbangan akhir. 

Spencer memandang sosiologi sebagai suatu studi evolusi di dalam bentuknya yang paling kompleks. Di dalam karyanya, Prinsip-prinsip Sosiologi, Spencer membagi pandangan sosiologinya menjadi 3 bagian yaitu faktor-faktor ekstrinsik asli, faktor intrinsik asli, faktor asal muasal seperti modifikasi masyarakat, bahasa, pengetahuan, kebiasaan, hukum dan lembaga-lembaga.[10]
 
b.      Teori Herbert Spencer tenang Evolusi Masyarakat, Etika, dan Politik

Evolusi secara umum adalah serentetan perubahan kecil secara pelan-pelan, kumulatif, terjadi dengan sendirinya, dan memerlukan waktu lama. Sedang evolusi dalam masyarakat adalah serentetan perubahan yang terjadi karena usaha-usaha masyarakat tersebut untuk menyesuaikan diri dengan keperluan, keadaan, dan kondisi baru yang timbul sejalan dengan pertumbuhan masyarakat. 

Menurut Spencer, pribadi mempunyai kedudukan yang dominan terhadap masyarakat. Secara generik perubahan alamiah di dalam diri manusia mempengaruhi struktur masyarakat sekitarnya. Kumpulan pribadi dalam kelompok/masyarakat merupakan faktor penentu bagi terjadinya proses kemasyarakatan yang pada hakikatnya merupakan struktur sosial dalam menentukan kualifikasi. Spencer menempatkan individu pada derajat otonomi tertentu dan masyarakat sebagai benda material yang tunduk pada hukum umum/universal evolusi. Masyarakat mempunyai hubungan fisik dengan lingkungan yang mengakomodasi dalam bentuk tertentu dalam masyarakat. 

Darwinisme sosial populer setelah Charles Darwin menerbitkan buku Origin of Species (1859), 9 tahun setelah Spencer memperkenalkan teori evolusi universalnya. Ia memandang evolusi sosial sebagai serangkaian tingkatan yang harus dilalui oleh semua masyarakat yang bergerak dari tingkat yang sederhana ke tingkat yang lebih rumit dan dari tingkat homogen ke tingkat heterogen. 

Semua teori evolusioner menilai bahwa perubahan sosial memiliki arah tetap yang dilalui oleh semua masyarakat. Perubahan sosial ditentukan dari dalam (endogen). Evolusi terjadi pada tingkat organis, anorganis, dan superorganis. Evolusi pada sosiologi mempunyai arti optimis yaitu tumbuh menuju keadaan yang sempurna, kemajuan, perbaikan, kemudahan untuk perbaikan hidupnya. Pandangan-pandangan sosiologi Spencer sangat dipengaruhi oleh pesatnya kemajuan ilmu biologi. 

Membandingkan masyarakat dengan organisme, Spencer mengelaborasi ide besarnya secara detil pada semua masyarakat sebelum dan sesudahnya. Spencer menitikberatkan pada 3 kecenderungan perkembangan masyarakat dan organisme: pertumbuhan dalam ukurannya, meningkatnya kompleksitas struktur, dan diferensiasi fungsi. 

Teori tentang evolusi dapat dikategorikan ke dalam 3 kategori yaitu:
1.      Unilinear theories of evolution.
2.      Universal theory of evolution.
3.      Multilined theories of evolution. 

Spencer telah menggabungkan secara konsisten tentang etika, moral dan pekerjaan, terutama dalam bukunya The Principles of Ethics (1897/1898). Isu pokoknya adalah apakah etika dan politik menguntungkan atau merugikan sosiologi. Idenya adalah untuk memperluas metodologi individunya dan memfokuskan diri pada fernomena level makro berdasarkan pada fenomena individu sebagai unit. 

Karakteristik orang dalam asosiasi negara diperoleh dari yang melekat pada tubuh, hukum, dan lingkungannya. Kedekatan individu adalah pada moral sosial dan yang lebih jauh adalah ketuhanan. Oleh karena itu orang melihat moral sebagai jalan hidup kebenaran yang hebat. [11]

2.      Pola Gerak Sejarah

Spencer adalah orang yang pertama kali menulis tentang masyarakat atas dasar data empiris yang konkret. Maka dia memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk “kesempurnaan” masyarakat. Pemikiran Spencer sangat dipengaruhi oleh ahli biologi pencetus ide evolusi sebagai proses seleksi alam, Charles Darwin, dengan menunjukkan bahwa perubahan sosial juga adalah proses seleksi. Masyarakat berkembang dengan paradigma Darwinian: ada proses seleksi di dalam masyarakat kita atas individu-individunya. Spencer menganalogikan masyarakat sebagai layaknya perkembangan mahkluk hidup. Manusia dan masyarakat termasuk didalamnya kebudayaan mengalami perkembangan secara bertahap. Mula-mula berasal dari bentuk yang sederhana kemudian berkembang dalam bentuk yang lebih kompleks menuju tahap akhir yang sempurna. aliran positivisme, memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu.[12]

Perkembangan masyarakat seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi. suatu proses perubahan yang berlangsung sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh hasil-hasil penemuan ilmu biologi, yang memang telah berkembang dengan pesatnya. Peletak dasar pemikiran perubahan sosial sebagai suatu bentuk “evolusi” antara lain Herbert Spencer dan Augus Comte. Keduanya memiliki pandangan tentang perubahan yang terjadi pada suatu masyarakat dalam bentuk perkembangan yang linear menuju ke arah yang positif. Perubahan sosial menurut pandangan mereka berjalan lambat namun menuju suatu bentuk “kesempurnaan” masyarakat.

            Pemikiran Spencer sangat dipengaruhi oleh ahli biologi pencetus ide evolusi sebagai proses seleksi alam, Charles Darwin, dengan menunjukkan bahwa perubahan sosial juga adalah proses seleksi. Masyarakat berkembang dengan paradigma Darwinian: ada proses seleksi di dalam masyarakat kita atas individu-individunya. Spencer menganalogikan masyarakat sebagai layaknya perkembangan mahkluk hidup. Manusia dan masyarakat termasuk didalamnya kebudayaan mengalami perkembangan secara bertahap. Mula-mula berasal dari bentuk yang sederhana kemudian berkembang dalam bentuk yang lebih kompleks menuju tahap akhir yang sempurna.

            Menurut Spencer, suatu organisme akan bertambah sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar organ-organnya. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas, differensiasi dan integrasi. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti pertambahan diferensiasi dan integrasi, pembagian kerja dan perubahan dari keadaan homogen menjadi heterogen. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. Pada masyarakat industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas menuju kehidupan yang damai. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya perlindungan atas hak individu, berkurangnya kekuasaan pemerintah, berakhirnya peperangan antar negara, terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya masyarakat global[13]


BAB III

KESIMPULAN

            Spencer membuat sosiologi sebagai suatu ilmu pengetahuan serta menentukan arah pandang sosiologi itu. Teori Sosiologi Spencer menunjukan suatu keterampilan dalam mengentrapkan data etnologis dan metode komparatif. Garis besar pandangan dan tujuan Sosiologi Spencer ditandai oleh adanya perpautan seorang filosof yang benar-benar ingin membuat suatu ilmu masyarakat. Dia menekankan pandangannya pada sifat supergonis masyarakat, namun pandangannya individualistis yang berat sebelah itu menolak atau berlawann terhadap adanya unit massa sebagai invidu yang ada dalam masyarakat. Dia melihat jelas adanya ketergantungan sosiologis terhadap psikologi dan sejarah. Dia menunjukkan akan pentingnya psikologi komparatif dan memperhatikan pentingnya silabus untuk psikologi komparatif. 

            Dia membuat kerangka klasifikasi mengenai masyarakat-masyarakat dan suatu morfologi sosial yang berguna bagi sosiologi ilmiah. Dia menunjukkan arti penting faktor ekonomi dalam perkembangan masyarakat. Dan dia melihat korelasi antara lembaga-lembaga pada saat tertentu. Dalam lembaga dan masyarakat dia memasukkan penyelidikan psikologi masyarakat terhadap individu begitupun sebaliknya. Dia menunjukkan adanya kekuatan psikologi y menjaga otoritas keluarga dan Negara.
            Spencer membuat bagan mengenai hukum-hukum perkembangan sosial. Dengan bantuan teori organisme, dengan menghubungkan masyarakat pada gejala alam maka dapat dipisahkan antara metafisis dengan agama.

            Sumbangan yang palig penting dari Specer adalah yakni konsep “evolusi kehidupan sosial”, konsep ini menyatakan adanya kesinambungan perkembangan dalam kehidupan sosial melalui integrasi dan diferensiasi serta penggunaan teori ini mengacu adanya klasifikasi masyarakat dan organisasi sosial


[1] Drs. Hotman M. Siahan.1986 “Sejarah dan Teori Sosiologi” hal 119
[2] Sofa. 11 maret 2008. “Mengenal Pemikiran Herbert Spencer”
[3] Dodi adi. Jum’at, 21 september 2007. “Herbert Spencer”
[4] Drs. Hotman M. Siahan.1986 “Sejarah dan Teori Sosiologi” hal 119
[5] Dodi adi. Jum’at, 21 september 2007. “Herbert Spencer”
[6]Drs. Hotman M. Siahan.1986 “Sejarah dan Teori Sosiologi” hal 120
[8] Sofa. 11 maret 2008. “Mengenal Pemikiran Herbert Spencer”
[9] Drs. Hotman M. Siahan.1986 “Sejarah dan Teori Sosiologi” hal 121
[10] Drs. Hotman M. Siahan.1986 “Sejarah dan Teori Sosiologi” hal 121-124
[11] Sofa. 11 maret 2008. “Mengenal Pemikiran Herbert Spencer”
[13] Perkembangan dan Siklus; Semua Berawal dari “Organisme”

 

My Followers

Page Like

Copyright© 2011 Catatan Si Virgo Girl | Template Blogger Designer by : Utta' |