. Aristoteles (384 – 322 SM) | Catatan Si Virgo Girl

 Subscribe in a reader

Berlangganan gratis Via Email Di bawah ini

Wednesday, December 21, 2011

Aristoteles (384 – 322 SM)


Nyaris tak terbantahkan, Aristoteles seorang filosofis dan ilmuawan terbesar dalam dunia masa lampau. Dia memelopori penyelidikan ikhwal logika, memperkaya hamper tiap cabanh filsafah dan memberi sumbangan tak terperkirakan besarnya terhadap ilmu pengetahuan.

Banyak ide-ide Aristoteles ini ketinggalan zaman, tapi, yang tak kalah penting dari apa yang pernah dia lakukan adalahpendekatan rasional yang senatiasa melandasi karyanya. Tercermin dalam tulisan-tulisan Aristoteles sikapnya bahwa tiap segi kehidupan manusia atau masyarakat selalu terbuka untuk objek pemilkiran dan analisis. Pendapat Aristoteles bahwa alam semesta tidaklah dip roses secara kebetulan, oleh magi, oleh keinginan tak terjajaki kehendak dewa yang terduga, melainkan tingkah laku alam semesta itu tunduk pada hokum-hukum rasional. Menurut Aristoteles diperlukan bagi manusia untuk mepertanyakan tiap aspek dunia alamiah secara sistematis dan kita mesti memanfaatkan baik pengamatan empiris dan alas an-alasan yang logis sebelum mengambil keputusan. Rangkaian sika-sikap ini yang bertolak belakang dengan tradisi takhayul dan mistik telah mempengaruhi secara mendalam peradaban Eropa.

Aristoteles di lahirkan di kota Stagira, Macedonia 384 SM, ayahnya seorang fisika kenamaan. Pada umur 17 tahun Aristoteles pergi ke Athena belajar di Akademi Plato, dia menetap di sana selama 20 tahun. Dari ayahnya Aristoteles di dorong minatnya di bidang biologi dan pengetahuan praktis , tapi di bawah asuhan Plato dia menanamkan minat dalam hal spekulasi filosofis.

Aristoteles mengajarkan Alexander
Pada tahun 342 SM Aristoteles pulang kembali ke Macedonia menjadi guru Alexander Yang Agung (13 tahun) dia mendidik Alexander dalam beberapa tahun. Tahun 335 SM, setelah Alexander naik tahta, Aristoteles kembali ke Athena dan dia mendirikan sekolah, Lyceum. 

Ketika Alexander menjadi raja dia menyediakan dana buat Aristoteles untuk melakukan penyelidikan-penyelidikan. Tapi walaupun begitu Alexander dengan Aristoteles tetap mempunyai konflik. Aristoteles menolak secara prinsipil cara kediktatoran Alexander, saat Alexander menghukum mati sepupu Aristoteles dengan tuduhan penghianat, diapun punya pikiran udntuk menghukum Aristoteles, tapi disatu pihak Aristoteles kelewat demokratis dan punya hubungan erat dengannya dan dipercaya oleh orang-orang Athena.

Tatkala Alexander mati tahun 323 SM golongan anti-Macemodia memegang tumpuk kekuasaan di Athena dan Aristoteles pun di dakwa kurang ajar kepada dewa. Aristoteles meninggal tahun 322 SM dan di buang beberapa bulan kemudian di tahun 322 SM pada umur 62 tahun.

Hasil murni karya Aristoteles jumlahnya sangat mencengangkan 47 buah karyanya masih tetap bertahan. Daftar kuno menacatat tidak kurang dari 170 buku hasil ciptaannya. Bahkan bukan sekedar banyaknya jumlah buku saja yang mengagumkan, melainkan luas daya jangkau peradaban yang menjadi bahan renungannya. Kerja ilmiahnya betul-betul merupakan ensiklopedi ilmu untuk zamannya. Dia menulis tentang astronomi, zoology, embryologi, geografi, fisika, anatomi, physiologi dan hamper tiap karyanya merupakan sebagian kumpulan ilmu pengetahuan yang diperolehnya dari para asisiten yang spesialis di gaji untuk menghimpun data-data untuknya, sedangkan sebagian lagi merupakan hasil dari serentetan pengamatannya sendiri.

0 comments:

 

My Followers

Page Like

Copyright© 2011 Catatan Si Virgo Girl | Template Blogger Designer by : Utta' |