. Catatan Si Virgo Girl: August 2011

 Subscribe in a reader

Berlangganan gratis Via Email Di bawah ini

Wednesday, August 31, 2011

Blog Error Alias Galat bX-fa9wwp

Dua hari yang lalu blog q error alias Galat bX-fa9wwp, q kesel n bingung banget knpa blog q jadi seperti ini, q trus cari info di sana-sini tapi blom juga dapat mecahin masalah ini.. 1 hari aku diami n akhir'y ketemu juga dech cara nyelesaiin masalahnya ternyata gampang kok,,,


Bagi teman-teman yang merasa blog'y error atau mempunyai masalah yang sama dengan ku, yuk coba n mudah-mudah berhasil n  bisa ngelakuin aktivitas blogwalking lagi...


Nih langkah-langkah yang mesti u ikutin :


1.      Masuk ke http://draft.blogger.com/home dan login menggunakan acoount blogger anda.

2.      Ganti bahasa default yang anda gunakan saat ini dengan bahasa inggris.

3.      Anda login kembali melalui www.blogger.com
4.      Selesai, Kembalikan bahasa anda
Setelah saya membaca artikel di  http://mibats.blogspot.com/2011/08/error-bx-fa9wwp-on-blogger.html, saya langsung memprektekkannya dan alhmdulillah berhasil..

Friday, August 26, 2011

Buku Tamu Show/Hide dari Atas

Beberapa waktu yang lalu ada yang menanyakan gimana cara membuat guets book seperti yang ada pada blog saya ini, nah pada kesempatan kali ini saya bakal memberikan ulasannya, langsung ja ya...

     Cara membuatnya :
1.      Login blogger
2.      Rancangan, Tambah GadgetHtml/Java Script 
3.      Dan Simpan kode berikut :

     <style type="text/css">
#gb{
position:fixed;
right:450px;
z-index:+1000;
}
#tabGb {
position:fixed;_position:relative;top:50px; right:0px;
clip:inherit;
_top:expression(document.documentElement.scrollTop+
document.documentElement.clientHeight-this.clientHeight); _left:expression(document.documentElement.scrollright+ document.documentElement.clientWidth - offsetWidth); }
* html #gb{position:relative;}

.gbcontent{
float:left;
border:2px solid #4173af;
background:#ffffff;
-moz-border-radius-topleft:15px;
-moz-border-radius-topright:15px;
-moz-border-radius-bottomleft:15px;
-moz-border-radius-bottomright:15px;
padding:10px;
}
</style>
<script type="text/javascript">
function showHideGB(){
var gb = document.getElementById("gb");
var w = gb.offsetWidth;
gb.opened ? moveGB(0, 1500-w) : moveGB(20-w, 0);
gb.opened = !gb.opened;
}
function moveGB(x0, xf){
var gb = document.getElementById("gb");
var dx = Math.abs(x0-xf) > 25 ? 35 : 1;
var dir = xf>x0 ? 1 : -1;
var x = x0 + dx * dir;
gb.style.top = x.toString() + "px";
if(x0!=xf){setTimeout("moveGB("+x+", "+xf+")", 10);}
}
</script>
<div id="gb">


<div class="gbcontent">

<!--  Script Chatbox nya disini -->


<center><a href="javascript:void(0);" onclick="showHideGB()"><input type="button" value="Close" class="close" /></a>

</center></div>
</div>
<script type="text/javascript">
var gb = document.getElementById("gb");
gb.style.top = (-400-gb.offsetWidth).toString() + "px";
</script>

<div id="tabGb"><a href="javascript:void(0);" onclick="showHideGB()" title="Buku Tamu"><img alt="Buku Tamu" heigth="125" src="http://3.bp.blogspot.com/-uOFA4zVgMqE/TeZSCUxRvnI/AAAAAAAAACw/m3VYHrlDH0Q/s1600/Guestbook.png" border="0" /></a></div>
</div>

Pertama saya melihat guest book ini ada pada blog http://tip-triksblogger.blogspot.com sangat menarik dan cute, saya coba di blog ini dan berhasil. Selamat Mencoba

Wednesday, August 24, 2011

PENGEMBANGAN SILABUS DAN RPP PEMBELAJARAN SEJARAH

A.     Pendahuluan
Secara umum pengembangan Silabus dan RPP sama pada semua mata pelajaran. Acuan utama adalah model pengembangan Silabus dan RPP yang dikeluarkan oleh BSNP. Namun dalam penerapannya tetap memperhatikan karakteristik struktur keilmuan. Begitu pula dengan pengembangan Silabus dan RPP mata pelajaran Sejarah. Pengembangan Silabus dan RPP pembelajaran Sejarah mengacu kepada karakteristik ilmu sejarah itu sendiri, antara lain melihat sebuah peristiwa secara diakronika, memiliki tiga dimensi waktu, dan melihat hubungan kausalitas dari sebuah peristiwa. Dalam melihat gerak perubahan sebuah peristiwa, ilmu Sejarah menganalisis dari proses lahir, berkembang, mencapai puncak, gerak menurun, dan mati atau berakhir. Semua tinjauan tersebut akan mengkaji fakta (pelaku, tempat, dan waktu), konsep, dan prinsip yang terdapat dalam setiap peristiwa. 

Pembelajaran Sejarah akan bermakna apabila gerak perubahan yang terjadi pada peristiwa masa lampau dikaitkan dengan kondisi kontekstual kekinian. Hal ini sesuai dengan Pembelajaran Kontekstual (Contextual Teaching and Learning) yang sedang berkembang saat ini. Disamping itu yang juga sangat krusial dalam pembelajaran Sejarah adalah mencari makna atau nilai-nilai yang terkandung dalam sebuah peristiwa Sejarah. Pembelajaran Sejarah tidak akan bermakna  jika belum mampu mewariskan nilai-nilai, baik nilai-nilai kepahlawanan, patriotisme, dan kemanusiaan.

B.     Kegiatan Belajar

1.      Pengembangan Silabus Mata Pelajaran Sejarah
   Langkah pengembangan Silabus tetap mengacu kepada panduan yang dikeluarkan oleh BSNP. Secara sistematis langkah tersebut adalah:

a.      Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Susunan hierarkhi SK dan KD tidak harus sama dengan yang terdapat dalam Standar Isi. Jika susunan SK dan KD belum kronologis, susunan SK dan KD tersebut dapat dirubah sesuai dengan karakteristik keilmuan Sejarah.

b.      Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
KTSP memperhatikan relevansi materi pelajaran dengan lingkungan kedaerahan, maka terbuka peluang masuknya unsur materi Sejarah Lokal.

c.       Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Mencakup tahap eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi yang menuntut daya kritis dan kreatif dalam mengaitkan materi Sejarah dengan kondisi kontekstual kekinian.

d.      Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Dirumuskan dalam bentuk kata kerja aktif yang terukur. Sesuai dengan karakteristiknya indikator pencapian kompetensi materi Sejarah dapat memakai kata t gerak perubahan, melakukan analisis, memberi contoh, ataupun menemukan nilai  yang terkandung dalam setiap peristiwa Sejarah.

e.      Penentuan Jenis Penilaian
Prinsip penilaian tetap mengacu kepada Penilaian Berbasis Kelas dengan segala karakteristik, jenis, bentuk dan alat instrumennya. Namun secara khusus dalam penerapannya diwarnai oleh karakteristik keilmuan Sejarah. Warna tersebut meliputi komponen aktivitas yang diukur, yaitu gerak perubahan, fakta, analisis hubungan sebab-akibat, mencari contoh dalam kehidupan kekinian, dan menemukan nilai-nilai yang terdapat dalam materi. 

f.        Menentukan Alokasi Waktu
Idealnya waktu pembelajaran dalam menganalisis gerak perubahan sebuah peristiwa Sejarah tidak dapat dipenggal. Namun jika harus dipenggal, maka alur berpikir dalam menganalisis gerak perubahan tidak boleh terputus.

g.      Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar dapat menggunakan sumber tertulis, benda fisik, nara sumber, pelaku, dan sumber yang relevan lainnya.
Untuk contoh Silabus Pembelajaran Sejarah bisa di lihat di sini

2.      Penyusunan RPP Mata Pelajaran Sejarah
RPP merupakan langkah operasional dalam proses kegiatan pembelajaran. Alur penyusunan RPP merupakan pengembangan dari Silabus. Secara umum penyusunan RPP pembelajaran Sejarah tetap mengacu kepada pola penyusunan RPP yang dikembangkan oleh BSNP. Namun dengan karakteristiknya yang khas, penyusunan RPP Sejarah memiliki karakteristik khusus, yaitu:

a.      Tujuan Pembelajaran
Tujuan pembelajaran mengacu kepada pola gerak perubahan sebuah peristiwa Sejarah. Secara sistematis tujuan pembelajaran tersebut menganalisis:
1)      Gerak perubahan
2)      Fakta setiap gerak perubahan
3)      Konsep setiap gerak perubahan
4)      Hubungan sebab-akibat setiap gerak perubahan
5)      Contoh dalam kehidupan sekarang dari setiap gerak perubahan
6)      Nilai-nilai yang terkandung dalam fakta gerak perubahan

C.     Materi Ajar
Pengembangan materi ajar tetap mengacu kepada gerak perubahan sebuah peristiwa Sejarah. Yang harus dianalisis dalam materi ajar adalah:
1        Fakta yang terdapat dalam setiap gerak perubahan yang meliputi tokoh pelaku, tempat, dan waktu
2        Konsep yang terdapat dalam setiap gerak perubahan
3        Prinsip yang terdapat dalam setiap gerak perubahan

D.    Metode dan Model Pembelajaran
Metode pembelajaran diharapkan melahirkan daya kritis dan kreatif. Oleh karena itu yang lebih tepat adalah model pembelajaran kooperatif (cooperatif learning). Dalam menerapkan pembelajaran kooperatif dipilih model pembelajaran alternatif yang sesuai dengan karakteristik materi pembelajaran Sejarah.
Contoh RPP Pembelajaran Sejarah bisa di lihat di sini

 E.     Rangkuman
Secara  umum komponen Silabus dan RPP sama antar setiap mata pelajaran, namun kekhasan materi sejarah sebagai ilmu yang memiliki struktur tersendiri akan kelihatan ketika guru mulai membuat indikator pembelajaran.  Indikator ini sebagai pijakan dalam pembuatan kata kerja operasional Tujuan Pembelajaran pada RPP, dan kesesuaiannya dengan jenis materi ajar.



Sunday, August 21, 2011

NEAGARA-NEGARA ASIA TENGGARA

Di Asia tenggara terdapat berbagai negara yaitu Kamboja, Laos, Myianmar, Thaniland, Brunei Darussalam, Filipina, Vietnam, Malaysia, Singapura, Timor Leste dan Indonesia yang mempunya berbagai potensi baik alam maupun manusianya.
Untuk lebih lengkapnya sobat bisa klik  di sini

Saturday, August 20, 2011

Menghilangkan Auto Read More Pada Laman Tertentu


Dalam auto read more yang kita gunakan pada umumnya di gunakan sebagai penyingkat posting pada halaman depan blog, namun ada juga read more tersebut tampil pada elemen laman lainnya misalkan pada laman "Tentang Saya" atau "Profil",dan yang lainya.

Permasalahan tersebut adalah halaman statis tidak dapat dibuka sepenuhnya atau tidak tampil utuh, melainkan hanya tampil sebagian yang diikuti dengan link atau tobol “read more” walau pun sebenarnya pengunjung sudah berada pada alamat/URL static page itu (bukan lagi berada pada halaman/URL awal). 

Cara ini tergantung pada template yang digunakan, jadi kemungkinan kode yang harus diubah berlainan untuk setiap template.

1.      Login ke Blogger 
2.      Ke Menu Rancangan -->> Edit Html
3.      BACKUP TEMPALTE SOBAT. agar tidak terjadi hal yang tidak di inginkan
4.      Centang pilihan “Expand Widget Templates”.
5.      Pada form Edit HTML, carilah kode "readmore"

Ini script read more otomatis sebelum diubah,pada setiap template kodenya berbeda.

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>  
  <div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div>    
  <script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);</script>
  <span class='rmlink' style='float:right;padding-top:20px;'><a expr:href='data:post.url'> READ MORE</a></span>
</b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><data:post.body/></b:if>
 
6.      Setelah itu tambahkan code di bawah ini :

<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'>

</b:if>

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'><data:post.body/></b:if>

Maka kodenya akan jadi seperti di bawah ini:


<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;item&quot;'>
<b:if cond='data:blog.pageType != &quot;static_page&quot;'> 
  <div expr:id='&quot;summary&quot; + data:post.id'><data:post.body/></div> 
  <script type='text/javascript'>createSummaryAndThumb(&quot;summary<data:post.id/>&quot;);</script> 
  <span class='rmlink' style='float:right;padding-top:20px;'><a expr:href='data:post.url'> READ MORE</a></span>
</b:if>
</b:if>

<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;item&quot;'><data:post.body/></b:if>
<b:if cond='data:blog.pageType == &quot;static_page&quot;'><data:post.body/></b:if>
7.      Selanjutnya Save template.

Thursday, August 18, 2011

QUARTILE, DECILE dan PERCENTILE


1.      Quartile
a.      Pengertian
Quartile adalah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi ke dalam empat bagian sama besar yaitu masing-masing sebesar . Jadi, akan ditemui tiga buah Quartile yaitu Quartile pertama (), Quartil kedua () dan Quartil ketiga ().

b.      Kegunaan Quartile
Kegunaan Quartile adalah untuk mengetahui simetris (normal) atau asimetrisnya suatu kurva

2.      Decile
  1. Pengertian
Decile adalah titik atau skor atau nilai yang membagi seluruh distribusi frekuensi dan data yang kita selidiki ke dalam 10 bagian yang sama besar, yang masing-masing sebesar . Jadi, disini kita jumpai sebanyak 9 buah titik decile. Decile dilambangkan dengan .

  1. Kegunaan Decile
Kegunaan decile adalah untuk menggolong-golongkan suatu distribusi data  ke dalam sepuluh bagian yang sama besar, kemudian menempatkan subyek-subyek penel ke dalam seepuluh golongan tersebut.

3.      Percentile
a.      Pengertian
Percentile adalah titik atau nilai yang membagi distribusi data menjadi seratus bagian yang sama besar, karena itu percentile sering disebut “ukuran perseratusan”. Titik yang membagi data ke dalam seratus bagian yang sama besar itu adalah titik-titik  ,  ,  ,  ,  , …… sampai dengan

b.      Kegunaan percentile
1)      untuk mengubah raw score (raw data) menjadi standart score (nilai standar)
2)      Percentile dapat digunakan untuk menentukan kedudukan seorang anak didik yaitu pada percentile keberapakah anak didik itumemperoleh kedudukan ditengah-tengah kelompoknya.
3)      Percentile juga dapat digunakan sebagai alat ukur menentukan/menetapkan nilai batas lulus pada tes atau seleksi. 
                 Untuk lebih lengkapnya sobat bisa klik  di sini

Monday, August 15, 2011

UKURAN RATA-RATA DALAM STATISTIK

 1.      Pengertian Rata-rata
Rata-rata adalah setiap bilangan yang bisa dipakai sebagai wakil dari rentetan nilai rata-rata itu, wujudnya berupa satu bilangan saja, namun dengan satu bilangan itu akan dapat tercermin gambaran secara umum mengenai kumpula atau deretan bahan keterangan yang berupa angka atau bilangan itu.

2.      Macam-macam Ukuran Rata-rata
a.       Mean (Nilai rata-rata hitung), adalah jumlah dari keseluruhan (bilangan) yang ada dibagi dengan banyaknya angka bilangan tersebut.
1)      Penggunaan mean
Mean digunakan apabila berhadapan dengan kenyataan seperti yang dikemukakan berikut ini, antara lain :
Ø      Data statistic yang kita hadapi merupakan data yang distribusi frekuensinya bersifat normalatau sistematis, setidak-tidaknya mendekati normal. Jadi, data yang bersifat asymetris tidak menggunakan mean karena akan menyebabkan nilai rata-rata yang diperoleh akan terlalu jauh menyimpan dari kenyataannya.
Ø      Dalam kegiatan analisis data, kita menghendaki kadar kemantapan atau kadar kepercayaan yang setinggi mungkin mean cukup dapat diandalkan atau memiliki reabilitas tinggi.
Ø      Dalam penganalisaan data selanjutnya, terhadap data yang sedang dihadapi akan kita kenai ukuran-ukuran statistic selain mean, misalnya : deviasi standar, dll.
2)      Kelemahan mean
Ø      Perhitunganya relative lebih sukar
Ø      Sangat diperluan ketelitian dan kesabaran
Ø      Kadang-kadang sangat dipengaruhi oleh angka atau nilai ekstrimnya, sehingga hasil yang diperoleh kadang terlalu jauh dari kenyataan yang ada.


b.      Median (nilai rata-rata pertengahan), adalah suatu nilai atau suatu angka yang membagi suatu distribusi data ke dalam dua bagian yang sama besar.
1)      Penggunaan Median
Nilai rata-rata pertengahan/median kita hitung apabila berhadapan dengan kenyataan seperti berikut :
Ø      Kita tidak memiliki waktu yang cukup luas atau longgar untuk menghitung nilai rat-rata menghitung nilai rata-rata hitung atau meannya.
Ø      Kita tidak ingin memperoleh nilai rata-rata dengan tingkat ketelitian yang tinggi melainkan hanya seedar ingin mengetahui skor atau nilai yang merupakan nilai pertengahan dari data yang sudah diteliti.
Ø      Distribusi frekuensi data yang sedang dihadapi itu berasal dari asimitris atau tidak normal.
Ø      Data yang diteliti itu tidak akan dianalisis secara lebih dalam lagi dengan menggunakan ukuran statistic lainnya.

c.       Modus (mode), adalah satu skor atau nilai yang mempunyai frekuensi yang paling banyak dengan kata lain skor atau nilai yang memiliki frekuensi maksimal dalam distribusi data.
1)      Penggunaan modus
Mencari modus dihadapi apabila kita berhadapan dengan kenyataan sebagai berikut :
Ø      Kita ingin memperoleh nilai yang menunjukkan aturan rata-rata dalam waktu yang paling singkat.
Ø      Dalam mencari nilai yang menunjukkan ukuran rata-rata itu kita meniadakan factor ketelitian, artinya ukuran rata-rata itu kita kehendaki hanya bersifat kasar saja.
Ø      Data yang sedang kita teliti (kita cari modusnya) kita hanya ingin mencari ciri khasnya saja.
2)      Kebaikan modus adalah hanya membutuhkan waktu yang paling singkat

3)     Kelemahan modus adalah kurang teliti karena modus terlalu mudah atau terlalu gampang diperoleh

Untuk contohnya dapat dilihat di sini

Saturday, August 13, 2011

DISTRIBUSI FREKUENSI

1.      Pengertian
a.      Variabel
Kata variable berasal dari bahasa Inggris, variable yang berarti “ubahan”, faktor tak tetap akan gejala yang akan berubah-ubah.

b.      Frekuensi
Dalam bahasa Inggrisnya, frekuensi adalah frequency berarti kekerapan, keseringan atau jarang-kerapnya. Dalam statistic berarti angka yang menunjukkan berapa kali suatu variable (yang dilambangkan dengan angka-angka itu) berulang dalam deretan angka tersebut.

c.       Distribusi Frekuensi
Distribusi berarti penyaluran, pembagian atau pencarah. Jadi frekuensi distribusi frekuensi pencerahan frekuensi. Dalm statistic berarti suatu keadaan yang menggambarkan bagaimana frekuensi dari gejala atau variable yang dikembangkan dengan angka itu, telah tersalur, terbagi atau terpancar.

2.      Tabel Distribusi Frekuensi
a.      Pengertian Distribusi frekuensi
Tabel adalah alat penyajian data statistic yang berbentuk (dituangkan dalam bentuk) kolom dan jalur. Jadi, tabel distribusi frekuensi adalah alat penyajian data statistic yang berbentuk kolom dan jalur yang di dalamnya dimuat angka yang dapat melukiskan atau menggambarkan pencaran atau pembagian frekuensi dari variable yang sedang menjadi objek penelitian.

b.      Macam-macam tabel distribusi frekuensi
1)   Tabel distribusi frekuensi data tunggal adalah salah satu jenis tabel statistic yang di dalmnya disajikan frekuensi dari data angka, dimana angka yang ada tidak dikelompokkan.
2)      Tabel distribusi frekuensi data kelompok adalah salah satu jenis tabel statistic yang di dalamnya disajikan pencaran frekuensi dari data angka, dimana angka-angka tersebut dikelompokkan.
3)  Tabel distribusi frekuensi kumulatif adalah salah satu jenis tabel statistic yang di dalamnya disajikan frekuensi yang dihitung terus meningkat atau selalu ditambah-tambahkan baik dari bawah ke atas mauapun dari atas ke bawah. Tabel distribusi frekuensi kumulatif ada dua yaitu tabel distribusi frekuensi kumulatif data tunggal dan kelompok.
4)      Tabel distribusi frekuensi relatif
5)    Tabel ini juga dinamakan tabel persentase, dikatakan “frekunesi relatif” sebab frekuensi yang disajikan disini bukanlah frekuensi yang sebenarnya, melainkan frekuensi yang ditungkan dalam bentuk angka persenan.

      Langkah-langkah membuat tabel distribusi frekuensi , dapat di download di sini

Wednesday, August 10, 2011

Grafik Dalam Statistik

1.      Pengertian Grafik
Grafik adalah alat penyajian data statistic yang tertuang dalam bentuk lukisan, baik lukisan garis dan gambar maupun lambang.

2.      Keunggulan Grafik
a.       Penyajian data statistic melalui grafik tanpak lebih menarik dari pada tabel distribusi frekuensi.
b. Grafik dapat lebih cepat memperlihatkan gambaran umum dan menyeluruh tentang suatu perkembangan, perubahan maupun perbandingan, tidak demikian halnya dengan tabel.
c.   Grafik yang dapat dibuat menurut aturan yang tepat dan benar akan terasa lebih jelas dan lebih dimengerti orang.

3.      Manfaat Grafik
Penyajian data berbentuk grafik dapat membantu dalam memvisualkan data tersebut sehingga mudah dibaca, dipahami dan dianalisis serta diinterpretasikan.

4.      Macam-macam Grafik
a.       Grafik batang atau grafik balok
b.      Grafik Garis
c.       Grafik lambang
d.      Grafik pastel atau grafik serabi
e.       Grafik Pencar
f.        Grafik lingkaran
g.       Grafik gambar
h.       Grafik peta atau kartogram
i.         Grafik bidang
j.        Grafik volume
k.      Grafik garis
l.         Grafik ruang (grafik histogram dan grafik poligon)

Saturday, August 6, 2011

KONSEP DASAR STATISTIK

 Pengertian Statistik

1.      Secara Etimologis
Kata statistic berasal dari kata statas yang berasal dari bahasa latin yang mempunyai persamaan arti dengan kata stats yang berasal dari bahasa Inggris atau kata staat dari bahasa Belanda. Pada mulanya kata “statistic” diartika sebagai kumpulan bahan keterangan (data), baik yang berwujud angka (data kuantitatif) maupun yang tidak berwujud angka (data penting dan kegunaannya yang besar bagi suatu Negara). Namun, pada perkembangan selajutnya hanya dibatasi pada kumpulan bahan keterangan yang berwujud angka saja. Dalam kamus bahasa Inggris terdapat kata statistics artinya “ilmu statistik”, sedangkan kata statistik diartikan sebagai ukuran yang diperoleh atau yang berasal dari sampel.

2.      Dari segi tertimologi
a.       Statistik kadang diberi pengertian sebagai “data statistik” yaitu kumpulan bahan keterangan yang berupa angka atu bilangan dengan istilah lain, statistik adalah deretan atau kumpulan angka yang menunjukkan keterangan mengenai cabang kegiatan hidup tertentu.
Misalnya : statistik penduduk, statistik pertanian dan statistik pendidikan.
Dengan demikian istilah statistik dengan pengertia sebagai data kuantitatif adalah data angka yang dapat memberikan gambaran mengenai keadaan peristiwa atau gejala tertentu.
b.      Istilah statistik juga sering diartikan sebagai kegiatan statistik atau penstatikan.
c.       Istilah statistik kadang-kadang juga dimaksudkan atau dikandung pengertian sebagai metode statistik yaitu cara-cara tertentu yang perlu ditempuh dalam rangka mengumpulkan, menyusun atau mengatur, menyajikan, menganalisis dan memberikan interpretasi terhadap sekumpulan bahan keterangan yang berupa angka sedemikian rupa sehingga kumpulan bahan keterangan yang berupa angka itu “dapat berbicara” atau dapat memberikan pengertian dan makna tertentu.
d.      Istilah statistik, dewasa ini juga dapat diberi pengetian sebagai ilmu statistik. Ilmu statistik adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari dan mengembangkan secara ilmiah tahap-tahap yang ada dalam kegiatan statistik.

3.      Penggolongan Statistik
a.      Statistik deskriptif
Adalah statistik yang tikat pekerjaannya mencakup cara-cara menghimpu, menyusun atau mengatur, mengolah, menyajikan dan menganalisis data angka agar dapat memberikan gambaran yang teratur, ringkas dan jelas mengenai suatu gejala atau peristiwa tertentu.

b.      Statistik Inferensial
Adalah statistik yang menyediakan aturan atau cara yang dapat dipergunakan  sebagai alat dalam rangka mencoba menarik kesimpulan yang bersifat umum dari sekumpulan data yang telah disusun dan diolah.

4.      Fungsi dan Kegunaan Statistik
a.      Fungsi Statistik
Fungsi statistik adalah sebagai alat bantu untuk mengolah, menganalisis dan menyimpulakan hasil yang telah dicapai dalam kegiatan penilaian tersebut. Statistik sebagai ilmu pengetahuan dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu statistik  deskriptif dan inferensial. Berdasarkan penggolongan statistik tersebut, maka fungsi statistik adalah :
1)      Fungsi statistik deskriptif adalah untuk dapat memahami, medeskripsikan, menerangkan data atau peristiwa yang dikumpulkan dalam suatu penelitian dan tidak sampai pada generalisasi atau pengambilan kesimpulan mengenai keseluruhan populasi yang diselidiki.
2)      Fungsi statistik inferensial adalah untuk meramalkan dan mengontrol. Statistik inferensial ini mempelajari tata cara penarikan kesimpulan mengenai keseluruhan atau populasi berdasarkan data atau gejala dan peristiwa yang ada dalam suatu penelitian.

b.      Kegunaan Statistik
1)      memperoleh gambaran baik gambaran secara khusus maupun gambaran secara umum tentang suatu gejala, keadaan atau peristiwa.
2)      Mengikuti perkembangan atau pasang surut mengenai gejala, keadaan atau peristiwa tersebut dari waktu ke waktu.
3)      Melakukan pengujian, apakah gejala yang satu berbeda dengan gejala yang lain ataukah tidak, jika terdapat perbedaan itu merupakan perbedaan yang berarti atau perbedaan itu terjadi hanya secara kebetulan saja.
4)      Mengetahui apakah yang satu ada hubungannya dengan gejala lain.
5)      Menyusun laporan yang berupa data kuantitatif dengan teratur, ringkas dan jelas.
6)      Menarik kesimpulan secara logis, mengambil keputusan secara tepat dan mantap.

5.      Data Statistik
a.      Pengertian Data Statistik
Data statistik adalah data yang berwujud angka atau bilangan tapi tidak semua angka data statistik  karena untuk dapat disebut data-data statistik angka itu harus memenuhi persyaratan tertentu yaitu bahwa angka tadi haruslah menunjukkan suatu ciri dari suatu penelitian yang bersifat agregatif serta mencerminkan suatu kegiatan dalam bilangan atau lapangan tertentu.

b.      Penggolongan Data Statistik
1)      Penggolongan data statistic berdasarkan sifatnya.
Ditijuan dari segi sifat angkanya, data statistic dapat dibedakan menjadi dua golongan yaitu data kontiniyu yaitu data statistic yang angka-angkanya merupakan deretan angka yang sambung menyambung dan data diskrit yaitu statistic yang tidak mungkin berbentuk pecahan.

2)      Penggolongan data statistic berdasarkan cara menyusun angkanya
a.       Data nominal adalah data statistic yang menyusun angkanya didasarkan atas penggolongan atau klasifikasi tertentu. Data nominal juga sering disebut data hitungan, dikatakan demikian karena data itu diperoleh dengan cara menghitung.
b.      Data ordinal juga sering disebut data urutan yaitu data statistic yang cara menyusun angkanya didasarkan atas urutan kedudukan atau ranking.
c.       Data interval adalah data statistic dimana terdapat jarak yang sama diantara hal-hal yang sedang diselediki atau dipersoalkan.

3)      Penggolongan data statistic berdasarkan bentuk angkanya
a.       Data tunggal adalah data statistic yang masing-masing angkanya merupakan satu unit (satu kesatuan) dengan kata lain data tunggal ialah data statistic yang angka-angkanya tidak dikelompok-kelokpokkan.
b.      Data kelompok adalah data statistic yang tiap-tiap unitnya terdiri dari sekelompok angka.

4)      Penggolongan data statistic berdasarkan sumbernya
a.       Data primer adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan pertama.
b.      Data skunder adalah data statistic yang diperoleh atau bersumber dari tangan kedua.

5)      Penggolongan berdasarkan waktu pengumpulannya.
a.       Data seketika adalah data statistic yang mencerminkan keadaan pada satu waktu saja.
b.      Data urutan waktu adalah data statistic yang mencerminkan keadaan atau perkembangan mengenai sesuatu hal dari satu waktu ke waktu yang lain secara berurutan. Data ini juga dikenal dengan istilah historical data.

c.       Sifat Data Statistik
1)      Data statistic memiliki nilai relatif atau nilai semu. Nilai relatif dari suatu angka atau bilangan adalah nilai yang ditunjukkan oleh angka atau bilangan itu sendiri.
2)      Data statistic memiliki nilai nyata dari suatu angka atau nilai sebenarnya. Nilai nyata dari suatu angka adalah daerah tertentu dalam suatu deretan angka yang diwakili oleh nilai relatif.
3)      Data statistik memiliki batas bawah relatif, batas atas relatif, batas bawah nyata dan batas atas nyata.
4)      Data statistic yang berbentuk data kelompok memiliki nilai tengah. Yang dimaksud dengan nilai tengah adalah bilangan yang terletak di tengah-tengah deretan bilangan tersebut.
5)      Data statistic sebagai data angka dalam proses penghitungannya tidak menggunakan sistem pecahan melainkan menggunakan sistem desimal.
6)       Data statistik sebagai data angka. Dalam proses penghitunganya tidak menggunakan sistem pembulatan angka tertentu. Dalam hubungan ini perlu dikemukakan bahwa walaupun dalam pembulatan angka yang terletak dibelakang tanda decimal tidak selalu sama, namun pada dasarnya pembulatan tersebut dilakukan sampai dengan tiga buah angka dibelakang angka decimal dengan catatan :
a.       Jika setelah tiga angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 50 atau kurang dari 50 maka dianggap 0.
b.      Jika setelah angka di belakang tanda desimal terdapat bilangan yang besarnya 51 atau lebih, maka bilangan 51 atau bilangannya lebih besar dari 51 itu dianggap sama dengan satu dan bilangan 1 ditambahkan pada bilangan nomor 3 yang terletak di belakang tanda desimal.

Thursday, August 4, 2011

Penilaian Hasil Belajar

Untuk dapat menilai hasil kerja/latihan siswa serta untuk memberikan rangking kepada siswa tersebut kita dapat melakukan beberapa cara atau beberapa langkah yang mesti ditempuh. Mulai dari Analisis Produc Moment, Tingkat kesukaran, Daya beda, Uji distraktor, Uji reabilitas, Uji validitas, PAN dan PAK, terakhir adalah memberi rangking..


Untuk lebih lengkapnya sobat bisa klik  di sini


Monday, August 1, 2011

H. Dasibah

Pejuang dan Aktivis
 
Bergelar Depati Santiudo Pertama Alam, lahir di Sungai Penuh Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi 15 Juni1926, yang aktif memimpin berbagai organisasi. Beliau bernama lengap H. Dja’afar Sidik Bakri, ayahnya H. Bakri bin H. Yatim, ibunya bernama Sahat Kawo.

Pada tahun 1964-1967 menjabat menjadi Kepala Jawatan Penerangan Provinsi Sumatera Barat di Padang, kemudian menjabat sebagai Patih di kantor Gubernur Jambi, Patih di Kerinci dan pada tahun 1972 menjadi PJ. Sekretaris Daerah Kerinci.

Sebagai Ketua Bapeda Kerinci di jabatnya pada periode 1972-1977, kemudian beliau menjadi Kepala Bidang Pemerintahan Sosial Budaya Bapeda Jambi (1987-1982) sampai pension.

Di masa pensiunnya beliau diangkat menjadi Kepala BP-7 Kerinci. Dalam kegiatan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Kerinci, beliau bertindak sebagai ketua (1950-1951), menjadi anggotan pengurus Partai Nasional Indonesia (PNI) Sumatera Tengah di Bukittinggi, Angotta DPRD Tingkat I Provinsi Jambi periode 1959-1963. Ketua lembaga Adat Kerinci periode 1985-1993, wakil ketua III pengurus Angkatan ’45 Kerinci, wakil ketua pengurus Veteran RI Kerinci, wakil ketua Dewan Paripurna Angkatan ’45 Provinsi Jambi, Ketua Persatuan Wredatama RI Kerinci, Anggota Pleno Veteran RI Jambi.

Pada masa perjuangan gerilya beliau menyandang pangkat Letnan Muda TRI Resimen II Devisi III (1946-1947), serta pernah menjadi guru Bahasa Jepang di kator Gunseikanbu di Bukittinggi (1944-1945).

Dalam dunia jurnalistik, beliau pernah menjadi wartawan Kedaulatan Rakyat di Bukittinggi (1945), Koresponden kantor berita Antara di Bukittinggi (1953), wakil ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat.

Atas jasa-jasa beliau dalam perjuangan kemerdekaan, beliau telah mendapatkan beberapa penghargaan yaitu :
1.      Setya Lencana Karya Setya Kelas III dari presiden RI (1978)
2.      Jasa dari Ketua Legiun Veteran RI
3.      Bintang Gerilya dari Presiden RI
4.      Setya Lencana Perang Kemerdekaan I dan II
5.      Setya Lencana DPP Angkatan’45
6.      Penghargaan 50 tahun Angkatan ’45
7.      Legiun Veteran

Pada masa pendudukan Jepang, ia pernah ditangkap dan disiksa Kempetai (Polisi Rahasia Jepang), digantung dan nyaris meninggal.

Beberapa pendidikan yang telah belaiu jalani yakni :
1.      Sekolah Governement di Sungai Penuh (1933-1938)
2.      Schakel Muhammadyah di Bukittinggi (1938-1942)
3.      Sumatera Gunseikanbu Nippon Go Gakko di Bukittinggi (1943-1944)
4.      Moderne Islamic College dan kursus SMP, SMA, Akedemi Wartawan di Jakarta (1953-1945)
5.      Pelatihan, Diklat Bapeda di Jambi
6.      Badan Perencanaan Pembangunan Daerah se-Indonesia di Yogyakarta (1980)

Menulis catatan pribadi, gemar membaca, berkorespondensi dan berorganisasi merupakan kegemaran beliau, serta menulis beberapa naskah tentang perjuangan kemerdekaan di Kerinci

Beliau tinggal di Sumur Anyir, Sungai Penuh Kab. Kerinci, bersama Istrinya berserta Sembilan Putra-putri.
 

My Followers

Page Like

Copyright© 2011 Catatan Si Virgo Girl | Template Blogger Designer by : Utta' |